lama banget pengen nulis ttg ini.akhirnya mau jg menulis setelah membaca blog dari 2 org sahabat yang sukses dikarir. seorang sahabat menyebut perempuan sepertiku dgn sebutan perempuan nrimo sahabat yang satu mengatakan perempuan biasa. perempuan sepertiku seperti perempuan kebanyakan yang mentotalitaskan hidupnya hanya sebatas keluarga meski dia telah berhasil mendapatkan gelar sarjana S1.
yup. I hope all of u understand what I mean ‘perempuan sepertiku”.
Ya, benar kata mereka kami adalah perempuan yang tidak memiliki ambisi atau dengan kata lain kami telah mematikan ambisi kami. dan memilih mengabdi, ‘menghambakan dirinya pada keluarga. aku masih bisa merasakan ketika masih memiliki ambisi, ambisi untuk bisa sukses, perempuan yang mandiri yang dikelilingi dengan segala kemewahan tanpa harus menengadahkan tangannya. rasa itu sangat besar bahkan melebihi rasa yang ada dalam anganku, bisa kurasakan ambisi serasa ingin membuncah keluar ketika aku dihadapkan dengan lembar2 ijazah. ada pengharapan disana dari selembar ijazah itu.dan dgn ijazah itu ingin kukoar2kan ambisiku. tapi ketika itu diantara letupan2 ambisi itu. ada yang menginginkan untuk mengadakan hajatan besar. ambisi dari perempuan nrimo yang membesarkanku. dan sepertinya doa di akhir shalat-shalat perempuan nrimo itu dikabulkan. seperti kata sahabat akhirnya datang sang penyelamatku. Sang ksatria tampan yang menjemputku dengan kuda putih gagah perkasa seperti cerita dongeng-dongeng pengantar tidur. dengan kata ‘hamdalah’. dan waktu terus berjalan, seiring dengan itu satu persatu ambisiku mulai hilang dengan hadirnya two beautifull sunshine. my man said never worry sun didnt shine today coz we have two sunshine here.
Apakah aku terjebak dalam kondisi ini? atau terberkati dalam kondisi ini? Aku takut kehilangan momen2 penting dalam hidup buah hatiku, cintaku, darahku.wow…so..spectakuler they are…!aku tak ingin melewatkan momen pupusnya tali pusar dihari ketujuh dihari seluruh orang2 yng mencintainya menggunting secuil rambut lembutnya sambil membisikkan harapan2 ditelinga merahnya. harapan2 orang dewasa yang penuh dengan kemakmuran dan kesejahteraan.
Aku juga tak ingin melewatkan saat-saat dia menangis karena vaksinasi pertama dan selanjutnya, banyak hal yang terlalu sayang dilewatkan dalam meliaht pertumbuhannya. sangat luar biasa, menakjubkan bisa melihat me & my husband bisa menghasilkan mahkluk sangat luar biasa itu. Subhanallah, Allahu akbar. The words I said when the first time seeing they are come out from my body. All the pain gone with their first crying. Maha Besar Allah dengan segala kuasaNya.
until now I always crying if they’re talking with their nanny in the phone. I don’t know why?
Terkadang muncul rasa iri melihat perempuan2 penuh dengan ambisi itu mengejar karir mereka. All can buy. mau apa saja bisa karena uang bisa didapatkan sendiri. sedangkan diriku, ambisi untuk memenuhi sebuah kata puas pun hilang.
Tidak puasku masih ada ketika melihat anak2ku bisa tertawa dengan bahagia ketika melihat ayahnya membuatkan pesawat2an dari kertas. atau sekedar membelikan mainan murahan tapi membuatnya tertawa bahagia. Puasku ada ketika melihat my husband memberikan kita tempat berteduh yang sangat indah dan sederhana. so sweet honey…Bahagianya ketika mendengar anakku berkata ini rumah ta ibu? iya, nak…meski ayahmu harus memenuhi kewajibannya hingga kau mulai kuliah nanti. Insya Allah. jadi dalam waktu itu ikat pinggang meski diketatkan.
Tapi bukan berarti aku menghilangkan ambisi maka hilang pula mimpi. Tidak, my husband selalu mengingatkan akan mimpi-mimpi kita. sudah banyak mimpi yang terwujud dan masih banyak mimpi lagi yang akan datang. Dan mari kita bersyukur Alhamdulilla…
Jadi kata apakah yang cocok untuk perempuan2 sepertiku?
<!– –>
Kata yang cocok : perempuan yang beruntung, beruntung bisa memiliki seseorang untuk berbagi, beruntung bisa melihat tumbuh kembang buah hati, buah cinta, malaikat kecil, whatever namanya. “kita” memang perempuan nrimo, nrimo kebahagiaan dari keluarga kecil kita